Padang,Kliksiar,— Di balik hiruk pikuk musim haji, terselip peluang emas bagi pelaku UMKM kuliner di Sumatera Barat. Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, melihat momentum ini sebagai jalan strategis untuk membawa rasa autentik Minang seperti lontong, bakso, dan pecal ke tengah keramaian jemaah haji di Makkah.
“Jemaah haji kita sangat menyukai cita rasa khas kampung halaman. Lontong, misalnya, bisa laku dijual hingga 25 riyal per porsi,” ungkapnya saat meninjau Unit Layanan Kemasan PLUT KUMKM, Selasa (17/6).
Dengan 6.249 jemaah berangkat dari Embarkasi Padang tahun ini, potensi pasarnya bukan main-main. Apalagi, 4.613 di antaranya berasal langsung dari Sumatera Barat. Muhidi percaya, bila UMKM dapat mengemas produknya dengan standar internasional, angka miliaran rupiah bukan mustahil diraih.
Ia pun mendorong pemerintah daerah khususnya Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar untuk hadir mendampingi para pelaku usaha, mulai dari izin edar hingga standarisasi produk.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Hendrizal, menyambut baik gagasan ini. Baginya, ini bukan sekadar soal ekspor rasa, tetapi juga jati diri kuliner Minang yang pantas mendunia.
(***)








