Sedimen Lama, Gerak Cepat: Fadly Amran Turun, Sungai Pampangan Langsung Dikeruk

oleh -666 Dilihat
oleh

Padang — Di tengah ancaman banjir yang terus menghantui, Pemerintah Kota Padang memilih tak menunggu hujan berikutnya membawa genangan. Usai kunjungan langsung Wali Kota Fadly Amran ke kawasan rawan banjir di Sungai Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, alat berat pun langsung diturunkan. Tak pakai lama, eskavator bekerja mengeruk sungai yang lama tersumbat sedimen dan sampah.

Pengerukan dimulai Selasa, 7 Juli 2025, sebagai tindak lanjut cepat dari aspirasi warga yang disampaikan langsung kepada wali kota pada Jumat sebelumnya. “Kami fokuskan pengerukan sepanjang 500 meter, dari Gang Loko hingga Komplek Permata Harbaindo menuju Sungai Jirak Pampangan,” jelas Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto.

Sungai itu, menurut Tri, lama tertimbun endapan lumpur, longsoran tanah, dan sampah rumah tangga. Hujan deras sedikit saja sudah cukup membuat air meluap ke permukiman. “Ini respons cepat atas arahan langsung Pak Wali. Kami ingin aliran air kembali lancar, sungai kembali menjalankan fungsinya,” ujar Tri.

erakan ini bukan kerja sendiri. Ada sinergi yang rapi antara Pemko Padang, Kecamatan Lubuk Begalung, Kelurahan Pampangan, dan legislatif. Devi Febrida, Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, ikut mendorong percepatan lewat aspirasinya di jalur parlemen.

Program pengerukan juga masuk dalam skema besar: Pengendalian Banjir Terpadu. Di sana tertanam visi “Padang Rancak”—kota yang tidak hanya bersih dan tertata, tapi juga tangguh menghadapi bencana.

Warga kini berharap, aliran sungai yang bersih jadi pertanda datangnya rasa aman baru. Tidak sekadar janji, tapi gerak nyata. Karena bagi mereka, genangan air bukan sekadar basah, tapi soal ketenangan hidup. Kota bergerak, warga dilindungi, dan sungai kembali jadi sahabat. (***)